ekonomi syariah

_ _ _Mari Kita Tingkatkan Kesejahteraan Negeri Dengan Metode Islami _ _ _

Mengapa Susah Sekali Menjadi Orang Baik

0 komentar

“imron seorang anak yang cerdas, tetapi dia dilarang ibunya bergaul dengan warga sekitar rumahnya. Ibunya berkata bahwa lingkungannya buruk untuk anak-anak. Sedangkan itulah yang terjadi di lingkungan imron. Semua orang adalah pekerja tambang yang besar dan kasar. Mereka terkesan nakal. Anehnya mereka bangga medidik anak –anak mereka dengan cara yang tidak sopan dan tidak jarang di bubuhi kata- kata kotor. Saat imron dewasa dia pergi ke kota terdekat dengan tempat tinggalnya. Disana pun sama,setiap orang menganggap kecurangan dalam pekerjaan adalah wajar. Semua saling menjatuhkan dan menarik pada komunitas mereka. Seakan-akan semua mengambil keuntungan dari tugas mereka, seakan semua suka menerima hadiah atas dimudahkannya perkara mereka. Dan seakan semua mengambil kerluarganya untuk bekerja di sampingnya. Lalu menjatuhkan semua yang berpotensi menghambat mereka. Dalam arti orang intetelek yang jujur dan terus berjalan lurus sesuai aturan.”

Kisah diatas adalah perumpamaan saja. Penulis sendiri tidak yakin apakah itu benar terjadi di setiap instansi atau bahkan mungkin hanya dalam imajinasi penulis. Sekarang langsung kepada topik bahasan. Pada jaman modern ini rasanya memang susah mencari orang yang benar-benar jujur. Karena semua hal sekarang ini di ukur dengan materi.  Semua orang merasa terancam , merasa gundah akan hidupnya.

Jangan Remehkan Pedagang Asongan

0 komentar

Pernahkah anda melihat pedagang asongan?
Apa yang ada di fikiran anda?
Berapa pendapatan mereka?
Bagaimana nasib keluarganya?

Pakaian sederhana dengan dagangan seadanya, terkadang kalian memikirkan kebersihan daganganya. Apakah dia pedagang yang jujur. Atau mungkin sebaliknya anda iba denganya. Bagaimana pendidikan anak-anaknya. Apakah mereka kelaparan. Sebagian lagi dari kalian menganggap itu hal yang biasa, bahkan mungkin kalian sendiri adalah pedagang asongan.

Tidak salah dengan fikiran kalian. Tetapi menurut saya mereka adalah potensi yang sangat bagus. Mereka sudah belajar dengan kerasnya hidup. Mereka telah belajar berdagang langsung dari lingkungan. Mereka adalah bibit pengusaha yang akan menjadi kuncup.

Apabila para pedagang asongan di sekitar kita bisa lebih banyak yang kreatif , sangat besar kemungkinan kauntungan yang mereka dapat akan berlipat ganda.  Coba kita bandingkan pedagang asongan  yang ada di pinggir jalan atau yang ada di dalam bis kota. Dalam sehari mereka berjualan untuk memenuhi target setoran pada pimpinan dagangan mereka. Jumlah uang yang kemungkinan di terima setelah di kurangi tetek bengek sekitar tiga puluh ribu dalam sehari. Selanjuntnya kita lihat pedagang yang lebih kreatif. Si penjual somay, sekilas tidak jauh beda dengan  pedagang asongan di terminal. Tetapi mereka lebih kreatif. Karena mereka lebih pintar dalam membidik pasar. Mereka menjual di halaman sekolah atau di taman. Ada juga yang berkeliling komplek perumahan. Dan yang lebih hebat  lagi ada yang menitipkankan daganganya ke warung-warung sekitar tempat tinggalnya.

“Berapa keuntunganya?”

Jangan di remehkan. Saya pernah bertanya kepada pedagang somay. Setiap panci yang terjual habis mereka mengantongi keuntungan sampai dua puluh lima ribu. Padahal mereka pada hari biasa dapat menjual dua sampai tiga panci dan pada hari tertentu bisa sampai empat panci. Maka dari itu jangan remehkan pedagang asongan. Mereka adalah pengusaha yang luar biasa tetap kokoh di tengah arus moderenisasi.

Mana Yang Anda Pilih, Tukang Batu Atau Pegawai Kantor

0 komentar

Sepertinya ini adalah pertanyaan yang sangat sederhana. Tetapi sangat sulit untuk di jawab oleh sebagian orang. Mereka menganggap salah satu dari dua pekerjaan ini sangat sulit dikerjakan apabila tidak mempunyai keterampilan yang memadai. Oke, sekarang kita bahas kemungkinan jawaban satu persatu.

Pertama mereka yang memilih menjadi pegawai kantor. Mereka kemungkinan menganggap bahwa tukang batu adalah pekerjaan kasar dan fisik mereka tidak kuat untuk melakukannya. Sedangkan pekerjaan kantor adalah pekerjaan yang ringan dan hanya membutuhkan keterampilan saja. Tidak perlu panas-panasan, tidak perlu berkeringat, hanya berhadapan dengan kertas dan laporan. Dan yang paling penting mereka dapat gaji besar, tunjangan dan catatan kerja.

Faktanya, pekerjaan kantor bukanlah perkerjaan yang sangat membutuhkan keterampilan. Banyak orang yang masuk ke dalam instansi ber kantor tanpa kriteria keterampilan pendukung. Karena keterampilan akan di asah pada saat sudah memasuki kantor.

Anggapan bahwa pekerjaan kantor lebih ringan juga ternyata salah. Memang di dalam kantor tidak perlu berpanas-panasan terik matahari. Tetapi panas yang dari dalam jauh lebih panas. Saat melaporkan kepada atasan, bisa jadi perkerjaan kita kurang di sukai. Ada pegawai lain yang mencoba menyabotase kita. Belum lagi apabila berhadapan dengan masyarakat. Saat mereka merasa di rugikan, mereka berubah menjadi pejabat dadakan yang super kritis. Baik kritis tersebut berdasar ada peraturan maupun berdasar nalurinya sendiri.
Copyright © T - r - o - p - i - s - k - a