“imron seorang anak yang cerdas, tetapi dia
dilarang ibunya bergaul dengan warga sekitar rumahnya. Ibunya berkata bahwa
lingkungannya buruk untuk anak-anak. Sedangkan itulah yang terjadi di
lingkungan imron. Semua orang adalah pekerja tambang yang besar dan kasar.
Mereka terkesan nakal. Anehnya mereka bangga medidik anak –anak mereka dengan
cara yang tidak sopan dan tidak jarang di bubuhi kata- kata kotor. Saat imron
dewasa dia pergi ke kota terdekat dengan tempat tinggalnya. Disana pun
sama,setiap orang menganggap kecurangan dalam pekerjaan adalah wajar. Semua
saling menjatuhkan dan menarik pada komunitas mereka. Seakan-akan semua
mengambil keuntungan dari tugas mereka, seakan semua suka menerima hadiah atas
dimudahkannya perkara mereka. Dan seakan semua mengambil kerluarganya untuk
bekerja di sampingnya. Lalu menjatuhkan semua yang berpotensi menghambat
mereka. Dalam arti orang intetelek yang jujur dan terus berjalan lurus sesuai
aturan.”
Kisah diatas adalah perumpamaan saja. Penulis
sendiri tidak yakin apakah itu benar terjadi di setiap instansi atau bahkan
mungkin hanya dalam imajinasi penulis. Sekarang langsung kepada topik bahasan.
Pada jaman modern ini rasanya memang susah mencari orang yang benar-benar
jujur. Karena semua hal sekarang ini di ukur dengan materi. Semua orang merasa terancam , merasa gundah
akan hidupnya.
